Jauh dari rumah membuat kita menemukan apa arti hidup ini
Asal satunya adalah berguna untuk orang lain
Malam hari aku sebenarnya sudah makan malam dengan telor, sayur sup dan tahu goreng. Bang Prabu dan Menosur pergi entah kemana. Aku dan Pico dan Mijak (Kader senior yang pernah diundang Mata Najwa bersama Pengendum) nonton Pee Mak Phrakanong. Sementara aku nyambi bantu buat laporan keuangan Bang Jefri dari bulan Oktober. Walaupun aku hanya nempel nota-nota ke selembar kertas A4 tapi aku rasa Bang Jefri keteteran setahun kemaren menjadi guru Sokola Rimba sendirian. Kalau berdua atau lebih kan bisa saling bantu ngerjain laporannya.
Saat klimaks filmnya, Bang Prabu dan Menosur pulang bawa dua katak sungai. Aku gak langsung percaya saat bertanya ke Bang Prabu. Ternyata benar. Dimasak dengan bumbu-bumbu bawang, cabai, dan lainnya. Fallaaa sudah selesai masak kataknya, Aku sengaja gak bantu masak katak takut mual. Akhirnya Bang Prabu bawa semangkuk sup katak khas Orang Rimba. Gak mampu membayanginnya, tapi tidak amis, dan aku pun mencoba sepotong kecil swike (paha katak) tangan kiriku sudah siap segelas air putih. Ternyata lumayan lah rasanya. Aku kan membayangkan KATAK di Jawa, Bangkong. Dan saat buat tulisan ini, ada katak kecil masuk kamarku mungkin lewat sela-sela pintuku.
Cerita dibalik katak, aku terharu sekali ahahaa mereka berdua mencari katak di sungai malam-malam pula dan membuatkanku sup katak. Enak sekali iboo...
Mau lihat sup kataknya ?
Ini dia....
Gambar Pribadi : Sup Katak yang Enak


